Sabtu, 09 Juli 2011
Kataku Tentang "nya"
Jangan dikira cinta datang dari keakraban yang lama dan karena pendekatan yang tekun
Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika itu tidak pernah ada
Cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad
Jumat, 08 Juli 2011
PEREMPUAN HUJAN
Pagi ini
Hangatnya mentari menyapa
Pun tak salah jika ku berharap sore ini hujan menyapa
Inginku menjadi perempuan hujan
Melukis luka duri di langit yang kelam
Atau merubah tawa dengan senyum saja
Tapi sudahlah, Aku pun sadar
Hati perempuan takkan berubah karena musim dan waktu
Wajar saja jika keenggananku yang menyapa mentari pagi ini
Karena pilar-pilar cahayanya hanya akan menceritakan lakon kebahagiaan
Kesenangan, cinta dan kasih sayang
Ku yakin hujan akan lebih baik untuk hari ini
Maka ijinkan genangan jejak hujan yang tergenang
Menunggu dengan keindahan
Sampai mentari esok pagi bercerita
Atau siluet senja esok yang kan mengantarnya
Kembali ke langit
Kembali menjadi butiran-butiran hujan…
Sabtu, 16 April 2011
IMAJINASI YANG INDAH ???
Terlalu manis untuk dilepas. Hampir tanpa sepah. Sedetik kemudian hati, bukan akal, mendorongku untuk tidak melepaskan pandangan dari dia. Tiba-tiba akalku memanggilku kembali, mengingatkanku akan pemenuhan rasa ingin tahu tentang dia. Yang kulihat hanya matanya yang menatapku kosong, tak ada kehidupan di sana, baik cinta ataupun rindu, seperti setahun lalu. Ahh tidak mungkin, gumamku dalam hati. Lalu hatiku memanggil kembali sisa-sisa kenangan itu. Telat, sudah tak terlihat juga. Semuanya hilang, aku kembali menggunakan akalku bahwa aku tak mendapatkan apa-apa dari dia, jauh dari yang aku harapkan.
Sejak awal aku berharap bayangan masa lalu akan berputar dikepalaku, walau sekejap, dan hanya sekejap. Aku akan menikmati setiap putarannya bukan dengan kepala, tapi dengan hati, tapi sia-sia, semua telah hilang. Ahhh, Sekali lagi aku mendesah, ini sebabnya aku tidak suka kasmaran apalagi jatuh cinta.
Selasa, 05 April 2011
FATAMORGANA ROMANTISME
Malam ini kaki kita berpijak di bumi yang sama
Tempat yang berbeda
Bermain dengan bintang bersama dinginnya malam
Mengajarkan arti memiliki
Menuntun hari-hari kemarin dengan jejak-jejak kebersamaan
Menyelimuti dengan penuh kerinduan
Mengubah hari-hari kita laksana pesta mewah
Sarat dengan tawa kebahagiaan
Itu kemarin….
Suatu malam …
Keinginanmu menikmati bintang di belahan entah
Ku ingin
Menikmati gugusan lain
Hanya Berdua
Namun kau hanya diam
Itu tak kuharapkan
Malam ini …
Dalam diam aku tetap bersama bumi
Menikmati gugusan bintang pada malam-malam berikutnya,
Yang setia mengitari matahari dalam lintasan elips
Karena dia lebih memilih menikmatinya di tempat yang berbeda
Mungkin bersama Uranus
Meski kita dalam satu lintasan elips yang sama
Tapi arah kisaran berlawanan dengan bumi
Saai ini juga ku tetap bersyukur,
Karena cinta ku tetap disini
Mencairkan lidah yang membeku
Sehingga kembali faseh berbicara
Kerana cinta telah merobek lensa mata
Sehingga kembali menangis
Karena cinta pun telah mematahkan sekat di tenggorokan
Sehingga kembali mendesah
Berharap semua ini hanya fatamorgana …
Jumat, 01 April 2011
SATU TITIK
Kita tak pernah tahu saat sekawan burung berkicau di taman-taman bunga
Apakah mereka sedang bercengkrama dengan kumbang-kumbang
Ataukah mereka sedang berbagi kisah dengan pepohonan…
Kita bahkan tak pernah mengerti apa yang dikatakan hujan ketika dia mengguyur bumi dan mengetuk jendela-jendela rumah kita.
Kita juga tak mau mengerti ketka suara gemuruh ombak beradu kekuatan di pantai
Apa yang mereka inginkan..
Aku juga tak bisa menjawab
Ahh, aku tak peduli
Aku hanya ingin ke tepian pantai
Bercerita tentang hidupku
Tapi suara gemuruh ombak akan meleburnya
Karena saat ini tak ada liang telinga yang mau mendengarkan
Tapi saat ini aku sedang berada di samping kekasihku
Ku tuangkan secangkir cerita-cerita indah buatnya
Ku suguhkan sepiring lagu-lagu merdu hanya untuknya
Aku tak perlu melipat sayap-sayapku untuk melewati pintu hatinya
Aku tak perlu menundukkan kepala karena takut terbentur langit-langit hatinya
Dan aku tak perlu segan menghirup udara karena ragu akan meruntuhkan dinding-dinding hatinya
Aku hanya ingin menemukan satu titik kebahagiaan dalam hatinya
Satu titik yang akan memberikan energy untuk mengepakkan sayap-sayap kebebasan
Satu titik yang akan membuka mata dan memandang dunia luar
Satu titik akan memberiku ruang untuk menghirup udara-udara kebebasan dalam diri
Satu titik yang memberiku ruang untuk terus berkarya
LELAKI KEKASIHKU
Untuk lelaki kekasihku
Yang kemarin ku kenal
Hari ini ku belajar menyayangimu
Dan semoga hari esok kumiliki hatimu
Lelaki kekasihku
Beribu kata cinta
Tak cukup ‘tuk mengungkapkan isi hatiku
Karena rasa ini telah menyiksa jiwaku
Ambisi ‘tuk memiliki telah membelenggu di jiwa
Rasa sayang telah hanyut dalam aliran air mataku
Rasa cinta telah melumuri rohku dengan darah itu
Wahai Sang pemilik Kerajaan Hati
Jika ia memang lelaki kekasihku
Maka dekatkanlah dengan diriku
Tapi jika ia hanyalah khayalan
Maka jauhkanlah dari hidupku….
Langganan:
Postingan (Atom)


