Jumat, 01 April 2011

SATU TITIK

Kita tak pernah tahu saat sekawan burung berkicau di taman-taman bunga
Apakah mereka sedang bercengkrama dengan kumbang-kumbang
Ataukah mereka sedang berbagi kisah dengan pepohonan…

Kita bahkan tak pernah mengerti apa yang dikatakan hujan ketika dia mengguyur bumi dan mengetuk jendela-jendela rumah kita.
Kita juga tak mau mengerti ketka suara gemuruh ombak beradu kekuatan di pantai
Apa yang mereka inginkan..
Aku juga tak bisa menjawab
Ahh, aku tak peduli

Aku hanya ingin ke tepian pantai
Bercerita tentang hidupku
Tapi suara gemuruh ombak akan meleburnya
Karena saat ini tak ada liang telinga yang mau mendengarkan

Tapi saat ini aku sedang berada di samping kekasihku                                                                                    
Ku tuangkan secangkir cerita-cerita indah buatnya
Ku suguhkan sepiring lagu-lagu merdu hanya untuknya

Aku tak perlu melipat sayap-sayapku untuk melewati pintu hatinya
Aku tak perlu menundukkan kepala karena takut terbentur langit-langit hatinya
Dan aku tak perlu segan menghirup udara karena ragu akan meruntuhkan dinding-dinding hatinya

Aku hanya ingin menemukan satu titik kebahagiaan dalam hatinya
Satu titik yang akan memberikan energy untuk mengepakkan sayap-sayap kebebasan
Satu titik yang akan membuka mata dan memandang dunia luar
Satu titik akan memberiku ruang untuk menghirup udara-udara kebebasan dalam diri
Satu titik yang memberiku ruang  untuk terus berkarya

1 komentar:

  1. mungkin bahasax t'lalu dalam, jadi sy tdk mengerti.
    Jelaskan dulu,e..

    BalasHapus